Jumat, 01 Juli 2011

BERITA & SURAT NATA

Gatot hadiri pelantikan Bupati Madina
INDRA WIDYASTUTI
Reporter-in-training
WASPADA ONLINE

MEDAN - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, berharap terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) yang baru ini menjadi awal dalam pembangunan daerah tersebut. Sebab, masih banyak desa yang belum mendapatkan aliran listrik yang sangat berpengaruh dalam memajukan pendidikan di Madina.
Hal tersebut dikatakannya saat menerima audiensi Pj Bupati Madina, Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Ketua DPRD Madina, dan Ketua KPU Madina dalam rangka melaporkan persiapan dan kesiapan pelantikan periode 2011-2016 di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (23/6).
Pada kunjungan tersebut, mereka menyampaikan harapannya agar Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho berkenan hadir untuk melantik Bupati dan Wakil Bupati Madina terpilih pada tanggal 28 Juni 2011. Pejabat Bupati Madina Aspan Sofian Batubara dalam kesempatan tersebut melaporkan pilkada yang berlangsung di Madina ini terlaksana dengan baik dan surat keputusan Menteri juga sudah diterima.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan, Hasiholan Silaen, mengatakan bahwa rapat yang berkaitan dengan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Madina sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.6 tahun 2005 sehingga pelantikan ini dapat dilaksanakan di Gedung DPRD atau ditempat mana saja yang nemungkinkan.
Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengucapkan selamat atas proses panjang Pilkada yang berjalan dengan lancar. Dia berharap agar terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati yang baru ini menjadi awal dalam pembangunan daerah karena masih banyak desa yang belum mendapatkan aliran listrik yang sangat berpengaruh dalam memajukan pendidikan. Gatot juga berpesan agar panitia pelantikan menghadirkan para kandidat saat pelantikan tersebut berlangsung. Karena menurutnya, hal ini dapat menjadi suatu pembelajaran politik bagi masyarakat agar dapat berbesar hati menerima kekalahan.
Editor: PRAWIRA SETIABUDI

Tugas Pertama Hidayat-Dahlan, Evaluasi Pejabat Madina!
Panyabungan,
Pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Periode 2011-2016 Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution, 28 Juni 2011 mendatang, sejumlah tugas berat sudah menunggu untuk menjalankan visi misi dan janji kampanye.Hal itu disampaikan Anggota DPRD Madina Binsar Nasution AMd di Panyabungan, Ahad (26/06/2011). Dikatakana Binsar, tugas pasangan Hidayat-Dahlan pasca pelantikan adalah menyusun RKPD dan Renstra yang berdasarkan visi misi, serta janji-janji pilkada.
“Tugas ini dapat dilakukan dengan benar bila di dukung kekuatan birokrat/PNS yang pro terhadap visi misi pasangan Hidayat-Dahlan. Maka langkah utama yang harus dilakukan pasangan Hidayat-Dahlan adalah menegakkan netralitas PNS,” ujarnya.Artinya Hidayat-Dahlan harus mengevaluasi PNS/Pejabat yyang terlibat dukung mendukung pada pilkada lalu, sebab bila evaluasi tidak dilakukan akan menjadi justifikasi bahwa PNS boleh berpolitik, jelas Binsar.“Jika ini dibiarkan pasangan Hidayat-Dahlan maka visi misi dan janjinya tidak akan dapat dialaksanakan karena birokrat yang terlibat langsung dukung mendukung calon waktu pilkada lalu yang berlagak politis akan menghalang-halangi pelaksanaan janji-janji Hidayat-Dahlan,” ujarnya.Lanjut Binsar, kalau ini tidak dievaluasi, maka ini akan menjadi bumerang bagi pasangan Hidayat-Dahlan. Karena orang orang itu akan melakukan pembunuhan karakter dengan membusukkan pasangan Hidayat-Dahlan kepada masyarakat. Sehingga akan terjadi opini di masyarakat, “Siapapun Bupatinya kita akan tetap seperti ini” dan seolah-olah pasangan Hidayat-Dahlan sama dengan kepemimpinan sebelumnya.
“Apalagi saat ini sudah banyak pejabat yang berlagak pahlawan pilkada lalu. Mana kita tau niat mereka apa untuk merapat, apa hanya untuk mencari jabatan atau untuk menghalangi visi misi Hidayat-Dahlan, terang Binsar.Hapan Binsar, pasangan Hidayat-Dahlan yang sudah dipercaya masyarakat Madina untuk memimpin Madina 5 tahun ke depan, jangan mau tergoda dengan rayuan-rayuan manis orang-orang yang berlagak politis yang ingin menghancurkan pasangan Hidayat-Dahlan. Karena nanti mereka hanya melakukan “Asal Bapak Senang”, semantara masyarakat sengsara.
Nantinya kalau Hidayat-Dahlan sudah memimpin diharapkan tidak bermata hijau, yang selalu memikirkan uang. Kemudian supaya pandai-pandai memilih birokrat yang tepat, agar tidak menjadi menjadi bumerang bagi pasangan Hidayat-Dahlan nantinya, karena masyarakat Madina mendambakan pemimpin yang bijak dan adil, papar Binsar. (BS-026)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar