TENAGA SUKA RELA
Suka Bertugas, Rela Honor Berjangka
Oleh : Shaff Ra Alisyahbana Dt Malako
Calon Pegawai adalah aparat Pemerintah yang akan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Nasib CPNS ada yg diminta,ada yg menggantikan ada yg diangkat dan ada yg melamar dengan memberikan amplop.
Dekade tahun 1960-1970an CPNS diminta oleh instansi terkait untuk kesediaan seseorang menjadi CPNS sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, sedangkan dekade 1970-1980 adalah yang menggantikan atau pegawai sisipan yang menggantikan PNS yang pensiun atau meninggal dunia. Adapun dekade 1980-1990an terjadi system penerimaan dengan melalui pelamaran, dimana yg cerdik pandai atau dianggap mampu melaksanakan tugas diangkat menjadi CPNS.
Pada dekade 1990-2000an system ini mulai direformasi dengan penerimaan titipan dan uang lamaran dengan mengangkat yg pandai dan beruang menjadi CPNS, sedangkan dekade 2000-2010an direformasi lagi dengan menerima orang-orang yg pandai dan beruang dan terakhir dekade 2010-2020, penerimaan diadakan dengan mengangkat orang-orang yg beruang walaupun tidak pandai , sehingga KKN tumbuh subur dan hidup berkembang.
Sehubungan dengan pergantian kepemimpinan Kepala Daerah Kabupaten Mandailing Natal sejak tgl.28 Juni 2011 ybl. kiranya membasmi system/praktek Madina yaitu Main Di Mana-mana di Kabupaten Madina agar Madina menjadi Madani yaitu Maju, Damai dan Harmoni. Dalam salah satu langkah awal pada system penerimaan CPNS adalah dengan pengangkatan semua tenaga yang telah dan sedang menjadi magang dibeberapa instansi, baik itu guru/pegawai honor komite atau tenaga sukarela, sebab mereka bukan memberikan uang, tetapi telah memberikan jasa yg telah berlalu kepada Pemerintah yg terkadang tugas mereka melebihi dari tugas seorang PNS dengan honor yg minim sekali disamping system “ gajian berjangka “ dengan fakta untuk tahun 2011 ini, mereka baru menerima honor bulan Januari- Maret 2011 keadaan dibulan Juni 2011 ini.
Sungguh besar pengorbanan mereka terhadap Republik ini dalam rangka mencerdaskan bangsa dan kehidupan bangsa dengan mendidik anak-anak bangsa mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai ke tingkat SMP dan SMA.
Sudah sewajarnya jika mereka Tenaga Suka Rela “ Suka Bertugas Rela Honor Berjangka “, kiranya mendapat perhatian khusus bagi Pemda yg baru dan dapat dipertimbangkan “ Suka Mengangkat Mereka dan Rela Menjadikan CPNS bagi mereka yang telah lama masuk kedalam “ Pahlawan Tanpa Tanda Jasa “ itu. Andai mereka telah diangkat menjadi CPNS, pasti mereka bukan berfikir untuk uang melulu, tapi mereka telah bermodal pekerjaan yg telah mereka bhaktikan bertahun-tahun. Saya berpendapat bahwa jiwa koruptor tidak ada pada mereka dan paling-paling korupsi waktu karena terlambat datang ke sekolah yang mungkin di sebabkan Honda tak berminyak dan tidak dapat berhutang lagi, karena setengah tahun baru menerima “ Honor Berjangka “.
Apabila kita terus mempraktekkan Madina yang Main Di Mana-mana itu, pasti sudah sesudah dia diangkat jadi CPNS, dia mulai mengancang-ancang dari sudut mana uang bisa diperoleh, apatah lagi seorang Kepala Unit Kerja, tentu saja sudah mengonsep SPJ dengan rekayasa sederhana “ Sukses dalam Laporan “.
Angkatlah mereka yang berprestasi dan melaporkan SPJ yang sebenar-benarnya, agar Madina bisa menjadi Madani, sehingga Madina menjadi Maju, Disiplin dan Terbina (Madina).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar